Tugas Bahasa : Putri Kemuningan

Tugas Bahasa Indonesia : Membuat cerpen dati sebuah teks hikayat beserta unsur instinsiknya. 

 

 

Putri Kemuningan

 

Pada suatu hari hiduplah suatu keluarga dikerajaan mewah, Raja itu dikenl dengan kebijaksanaannya dan keradilannya, raja tersebut memiliki 10 putri yang cantik, tetapi sang istri meninggal saat melahirkan putri ke-10, yaitu putri Kuning. Dikarenakan kehilangan sang sosok ibu, putri-putri pun menjadi anak yang manja dan nakal karena hanya dijaga oleh pengasuh dan Raja pun sibuk terhadap urusan kerajaannya, tetapi berbeda dengan putri Kuning, ia lebih pendiam dan lebih suka bermain sendiri.

 

 Pada suatu hari, Raja ingin pergi ke luar kota untuk pertemuan. Dia bertanya kepada putri-putri jika ingin sesuatu, “Ayah akan pergi, apakah kalian ingin memesan sesuatu?”, putri-putri pun menjawab berbagai barang mahal seperti berlian, cin-cin, kalung, dan masih banyak lagi. Tetapi berbeda dengan si putri Kuning ia berkata “Aku tidak ingin apa-apa ayah, yang penting adalah ayah pulang dengan selamat dan keadaan sehat.” Sang raja pun tersenyum, tetapi beda dengan reaksi kakak-kakaknya seperti mengejek serta menjelekkannya.

 

Saat Raja telah pergi, kelakuan 9 putri pun semakin parah membuat para pengasuh kewalahan hingga tidak bisa membersihkan halaman rumah. Putri Kuning pun bertindak mengambil sapu dan langsung menyapu halaman karena ia tahu ini adalah bagian favorit sang ayah dirumah, tetapi kakak-kakaknya bukannya membantu tetapi membuatnya semakin kotor dengan melempari sampah serta menertawai putri Kuning dan berkata, “Wah ! Ada pengasuh baru nih !!!”,  dan putri Kuning hanya diam dan kembali menyapu.

 

Sang ayah pun telah pulang dan membagi masing-masing barang yang telah dipesan oleh putri-putrinya. Walaupun si putri Kuning tidak memesan barang, ayahnya membawakan sebuah kalung cantik dengan permata ditengahnya berwarna hijau, dan sang ayah pun berkata “Maaf nak, ayah tidak bisa mendapatkan yang warna kuning”, sang putri Kuning pun menjawab, “Tidak apa-apa ayah, warna hijau pun sangat cocok dan indah dipakai, terima kasih ayah.” Putri hijau yang menglihat putri Kuning menggunakan kalung cantik berwarna hijau pun merasa iri dan mulai mnyebarkan rumor bahwa sang putri kuning mencuri kalung tersebut dari sang ayah. Mereka pun melabrak putri Kuning dan meminta putri Kuning untuk mengembalikkannya dengan paksa dan pada akhirnya pun sang putri Kuning kepalanya merasa terpukul dan ia pun meninggal. Dan mereka menguburnya di halaman belakang rumah tersebut

 

Kesembilan putri tidak ada yang berani bercerita apalagi memberitahu sang ayah. Namun, sang ayah pun sadar dan mulai mencari putri Kuning berbulan-bulan tetapi tidak ada seorangpun yang tahu keberadaan putri Kuning, lebih tepatnya tidak ada yang ingin buka suara. 

 

Sang raja pun berjalan-jalan ke halaman belakang dan melihat ada bunga berwarna kuning tumbuh yang sangat harum dan raja sangat menyukai bunga tersebut dan ia beri nama Bunga Kemuningan. Ternyata bunga tersebut tumbuh tepat diatas makam putri Kuning

 

 

 

 

 

·      Unsur intrinsik : 

1.     Tema                         : Kerajaan

2.     Tokoh & penokohan : 1) Raja              : Baik, penyayang 

                                    2) Putri Kuning : Empati, sopan.

                                    3) 9 Putri           : Manja, nakal, pembohong.

3.     Alur                           : Alur maju

4.     Latar                          : 1) Latar tempat   : Kerajaan dan halaman kerajaan

                                     2) Latar suasana : Kebahagiaan, kesedihan.

                                     3) Latar waktu    : Zaman dahulu

5.     Sudut pandang           : Sudut pandang orang ketiga.

6.     Gaya Bahasa              : Formal

7.     Amanat                      : Kita sebagai saudara tidak boleh saling menjatuhkan apalagi membunuh, harusnya sebagai saudara kita menjaga hubungan agar terjalin dengan baik, dan tidak boleh memfitnah, menghasut agar kita tidak suka orang tersebut.

 

Tugas oleh :

Shafira Aisyah Ramadhani

XE (Ibnu Khaldun)

Komentar